IPW: Kenapa Polisi Lamban Ungkap Kasus Novel Baswedan?

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Indonesia Police Watch (IPW) mengkritik kepolisian lamban mengungkap kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

“Sebab sudah hampir seminggu belum ada tanda-tanda atau titik terang bahwa pelaku akan tertangkap,” kata Koordinator IPW, Neta Pane di Jakarta, hari ini.

Novel Baswedan menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal seusai salat subuh di Mesjid Al Ikhsan RT 03 RW 10 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pagi tadi. Penganiayaan terhadap Novel ini kemudian memicu bermacam spekulasi, di antaranya berkaitan dengan kasus-kasus korupsi yang tengah ditangani Novel.

IPW khawatir jika kasus ini tidak segera diungkap dan pelakunya tidak segera ditangkap akan menjadi modus baru atau trend yang diikuti orang-orang tidak bertanggung jawab untuk meneror KPK dan para penyidiknya.

“Artinya, aksi penyiraman air keras itu bukan lagi sebagai ajang balas dendam tapi bisa pula dijadikan alat untuk melumpuhkan KPK yang belakangan ini makin agresif membongkar kasus kasus korupsi besar, terutama yang dilakukan mafia proyek yang berkolusi dengan para pejabat negara,” ujar Neta.

Kasus teror penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan menjadi tantangan berat bagi Kapolda Metro Jaya untuk menangkap pelaku dan mengungkap motifnya. Pekerjaan ini tentu tidak mudah.

“Namun di sinilah kinerja profesional Kapolda metro jaya diuji. Jika kasus ini tak kunjung terungkap ancaman teror terhadap KPK dalam memberantas korupsi akan semakin masif. Untuk itu Polda Metro Jaya harus bekerja cepat mengungkap kasus ini,” sambungnya.

Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dinilai Neta sebuah teror terhadap upaya pemberantasan korupsi di negeri ini, yang dilakukan para pengecut.

“Untuk itu Polda metro jaya harus mengungkap motifnya, apakah berkaitan dengan kasus korupsi yang sedang diusut Novel atau tidak,” ujar Neta.

Polri, kata dia, harus mampu melindungi KPK beserta para penyidiknya dari berbagai aksi teror, apalagi sebagian besar penyidik KPK adalah anggota Polri. Sehingga Polri dan KPK bersama sama masyarakat harus segera mengkampanyekan perang terhadap teror upaya pemberantasan korupsi.

“Perang terhadap koruptor harus makin digencar dilakukan agar para koruptor tidak bersikap seenaknya, sudah mengemplang uang rakyat masih juga melakukan teror,” kata dia.|RMN

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *