Terima Kasih Jaya Suprana

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Membaca tulisan JAYA SUPRANA soal terima kasih terhadap empat tokoh saya merasa inin merespon dengan baik. Saya kutip tulisannya Jaya Suprana yang penh semangat itu yang dimuat di RMOL, MENUJU PERADABAN judulnya Terima Kasih AHY, GN, RR, Dan MMD!
SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 07:12:00 WIB.

KITA dapat menilai budi pekerti seseorang dari kenyataan sikap diri menghadapi musibah yang menimpa.

AHY

Agus Harimurti Yudhoyono mewarisi kearif-bijaksanaan ayahnya dengan pernyataan, “tidak ada jalan yang lunak untuk mencapai cita-cita dan tujuan yang benar. Saya menangkap ada rasa sedih, kecewa, bahkan marah melihat situasi ini. Tapi saya mengajak agar kita semua dapat menerima takdir Allah SWT, menerima realitas ini dengan baik dan ikhlas. Saya yakin ini yang terbaik untuk diri saya pribadi dan kita semua sebagai bangsa Indonesia”.

GN

Menghadapi kenyataan bahwa dirinya tidak terpilih bukan oleh rakyat tetapi sekedar oleh para parpol untuk ikut tampil dalam gelanggang pemilihan presiden 2019, mantan Panglima TNI, Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo menegaskan tekad melanjutkan gelora semangat bakti maju tak gentar tanpa pamrih Jenderal Besar Soedirman, “jangan kuatir! Untuk negara, bangsa dan rakyat Indonesia, saya selalu siap berjuang mengabdikan diri sampai titik darah penghabisan!”

RR

Setelah menerima berita keputusan Jokowi memilih Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno sebagai pendamping masing-masing untuk berlaga pada pemilihan presiden 2019, Dr. Rizal Ramli menyatakan “keteguhan terhadap cita-cita Indonesia yang lebih adil dan lebih sejahtera tidak boleh terhenti karena kabut dan kegelapan sesaat. Saya memperjuangkan demokrasi dan keadilan sejak mahasiswa di luar maupun dalam sistem hanyalah kemenangan yang tertunda. Sekali patriot tetap patriot!”

MMD

Setelah menerima pemberitahuan pembatalan mendadak pencalonan Prof. Dr. Mahfud sebagai cawapres pada pilpres 2019, sang mantan Ketua MK Republik Indonesia menegaskan: “Bagi kita yang terpenting adalah NKRI ini terawat dengan baik. Keberlangsungan NKRI jauh lebih penting daripada sekadar nama Mahfud MD atau Ma’ruf Amin. Secara agama, saya dan kawan-kawan sudah berusaha tetapi Tuhan jua yang menentukan. Tidak ada daya atau hal yang bisa diberdayakan tanpa ijin Allah”.

Terima Kasih

Dari lubuk sanubari terdalam saya mengucapkan terima kasih kepada keempat putera terbaik Nusantara yang telah mempersembahkan suri teladan sikap kenegarawan sejati kepada segenap warga bangsa Indonesia yang cinta Indonesia. Merdeka!

Begitulah gegap gempitanya Jaya Suprana menulis sehingga kita larut. Dan tak lupa Jaya Suprana menuliskan dirinya sebagai Penulis adalah rakyat Indonesia yang cinta Indonesia.

Saya ingin tafsir tulisan itu. Jaya menulis tulus dan bijak. Ia memang tokoh penting di tanah nusantara ini. Ia menghargai sejumlah tokoh yang dibahas di atas dengan sejumlah pandangannya yang tajam. Namun keempat putera terbaik Bangsa yang menjadi sauritauladan ini Jaya menyebutnay negarawan sejati. Ya tentu karena mereka legowo. Ada pepatah dari pada ribut lebih indah damai. Dan kita bisa saling mengisi bangsa ini penuh dengan tauladan untuk menuju nilai luhur dan martabat bangsa. Bukankah Indonesia ini penuh dengan keindahan dan perdamaian yang selalu terjaga. Jadi stop juga politik adu ego tapi bangun dengan kebersamaan. Nah itulah sekadar tanggapan untuk Jaya Suprana.

Jaya Suprana memang pemikirannya selalu unik dan cerdas. Terima Kasih Jaya Suprana yang telah membuka kisah empat tokoh yang belum saatnya naik gelangang pilpres 2019. Tabik untuk JS…!

|AME/RED

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *