Coffee Channel

Ini adalah bisnis yang merupakan cara saya. Saya orang media dan saya pencinta kopi. Kopi saya kopi pahit. Hitam dan kopi yang selalu dituduh pahit kurang gula. Kopi pahit sebenarnya enak dan bagian dari rasa jiwa yang utuh jika kita menikmatinya.

Saya ketika memberikan cerita soal kopi di Lombok di akhir bulan September bicara soal Coffee Channel itu bukan produk kopi atau nama sebuah kopi tapi Coffee Channel adalah sahabat orang-orang para pebisnis atau pemilik kopi sekaligus yang sedang dicatat dalam perjalanannya.

Namanya Coffee Channel.

Coffee Channel adalah satu kanal media persis dengan usaha saya soal media. Kenala Coffee Channel ya karena saya tadi suka kopi dan saya merespon dunia yang sedang ramai dan asyik ini. Tidak akan ikut di bisnis kopi atau mau dagang kopi, tapi Coffee Channel adalah ruang kerja saya dalam dunia informasi. Informasi saat ini tentang kopi kan masih simpang siur, saya mendekati ingin membuat semacam catatan dari kisah-kisah kopi.

Memang Coffee Channel bukan akan menjadikan stuktur tengang tertib kopi, karena bukan tugasnya. Tapi Coffee Channel adalah kerja pada wilayah data dokumentasi tentang gaya hidup per-kopi-an saat ini. (Kopi kekinian katanya orang-orang saat ini).

Saya berfikir praktis, saya orang media makanya saya bikin Coffee Channel. Jadi jika ada yang berfikir soal bisnis kopi kami hanya tahu saja dari narasumber yang berkisah tentang kopi. Coffee Channel adalah 80% liputan soal kedai-kedai kopi di tanah bumi ini, mau dunia atau pun Indonesia. Dan 10% soal berita tentang kopi. Ada sisa 10% yang kami buka ruang informasi komunikasi atau ruang promosi sarana iklan.

Coffee Channel bisa masuk yang tukang berikan kabar tentang kopi dan memilah orang yang menyukai kopi dan kisa dibelakangnya.

Kita tahu bahwa saat ini kaum pencinta kopi naik. Termasuk orang yang tidak suka kini jadi ikut ketularan menikmati kopi, meski kopinya jadi bagian dari cara gaul, atau social kopiner.

Jadi kalau Coffee Channel Bicara soal kisah sejarah, dan juga testimonial kopi maka orang akan bisa mendengarkan kisah itu sebagia bagian gaya hidup kopi saat ini. Bisa begitu atau tidak.

Saya dan Coffee Channel akan nge gas terus bicara kopi dan akan suarakan bisnis kopi milik orang-orang hebat yang punya kopi-kopi yang keren itu. Intinya Coffee Channel ngak akan ikut bisnis kopi alias dagang karena akan kalah saing dong. Hehehe jadi Coffee Channel ngak bisa dijadikan produk kopi biarlah Coffee Channel itu pegang, satu cara yaitu pembawa warta yang ikut menikmati kopi. Dan mungkin juga ruang diskurs kedepan bahwa Coffee Channel percaya kopi ini biki hidup tak susah.

Jadi Coffee Channel itu jika Anda ingin mengenalnya silakan hubungi dan seduh dulu kopi dalam pikiran rileks.

IG @coffeechannel_indonesia

* Info : wa Coffee Channel /6281289981227

AENDRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.