Saya berkenalan dengan senior saya ini di tahun 1995 tepatnya tanggal 17 Agustus 1995 saat itu Perayaan Indonesia Emas kita sama-sama menjadi juri lomba foto yang bertemakan “Anak Indonesia Merdeka” yang diselenggarakan oleh sebuah pusat perbelanjaan ternama di kota Kembang Bandung.

Setahun berselang sang senior sudah menjadi wartawan untuk sebuah media yang saat itu cukup berani “menentang” pemerintahan Orde Baru. Sejarah mencatat majalah itu pernah bersampul kan pak Harto yang diilustrasikan seperti King dalam kartu Remi.

Tarik mundur lagi sesekali kami masih bertemu di tempat cuci cetak foto di mal yang terletak di Jl. merdeka Bandung di belakang restoran hamburger di depan eskalator pusat perbelanjaan tersebut.Kurun waktu itu kami menjadi saksi beberapa peristiwa sejarah, mulai dari Kudatuli tahun 1996 di mana salah satu sahabat kami “hilang” dan tiba-tiba ditemukan lagi, Pemilu terakhir Orba tahun 1997 sehingga medianya membuat pak Harto sebagai sampulnya seperti uraian saya di atas, kami bertemu saat itu dialog seputar ya sampai soal Kaver majalah itu dan saat itu mulai muncul nama salah seorang yang nantinya banyak bergerak saat reformasi; senior saya ini bilang orang itu adalah “Pelacur Politik”, ya istilah yang baru dikenalkannya.

Lama berselang kemudian di penghujung tahun lalu kami bertemu kembali kali ini kami sering berdiskusi walau secara virtual; tentang politik, sejarah (hal yang paling saya suka), keraton-keraton, budaya dan banyak lagi.

Sekarang senior saya itu memiliki banyak media jurnalistik dari cetak maupun elektronik dan saya masih tetap seorang Ronin.

@yama_arashi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here