Ini #CatatanKecilBersamaBupatiYahukimo dari saya. Pada 3 Juni 2020 saya dan tim melakukan pemotretan untuk sosok Bupati Muda Abock Busup asal Kabupaten Yahukimo Papua. Kisahnya menarik kenapa saya dan tim memotret Bupati Yahukimo ini.

Begini kisahnya kawan saya dulu sama-sama di Bandung sekitar tahun 1990-an semasa saya belum kuliah dan masih kuliah di kampus seni. Saya bersama kawan-kawan yang tergabung dengan Himpunan Penulis Pengarang Muda (HPPM) “Nurani” dimana diasuh jurnalis senior dan Ibu Sastrawan Sunda Aam Amilia yang juga wartawan Harian Pikiran Rakyat (PR). Kami dibina Ceu Aam waktu itu digenjot suruh menulis, menulis apa saja, menulis puisi artikel kritik dan menulis cerpin, novel dan lainnya Ce Aam mengembleng tulisannya yang laik muat di muat di pikiaran Takyat, yang tak laik ytang tak lolos seleksik redaksi. Ceu Aam ini ampuh membina kami, sehingga melahirkan para pengarang pemula ini lahir ada nama Hermawan Aksan, Arief Gustaman (alm, pengamat Film), Kang Pri alias Suprianto FZ, Usman Supendi, Yukie H. Rudhie, Yus R. Ismail, Tati juga Nunung Kusmiyati, saya masih pemula dan lebih asyik masih jadi pemotret, meski menulis sudah banyak juga dimuat di Pikiran Rakyat Minggu (Lumayan honornya bisa buat jajan dan sebagian dikumpulin buat bayar kuliah), dan juga saya sudah rada lupa mungkin namanya karena masih banyak lagi yang lahir dari HPPM Nurani ini yang jadi jurnalis dan pengarang. Nurani jelas lahir berkat adanya campur-tangan Ceu Aam dalam membina sebuah sebuah regenerasi kepenulisan.

Ceu Aam juga bukan hanya membina kami di Nurani, tapi di perkumpulan lainnya yang melahirkan sastrawan muda lainnya yang banyak menulis di Mangle atau media Galura dll. Jasa Ceu Aam luar biasa. Saya terakhir berjumpa dengan Ceu Aam saat kongres bahasa Bahasa Daerah Nusantara Agustus 2026 di Gedung Merdeka Bandung. Kongres ini digagas Sastrawan Ajip Rosidi.

Perjalanan berguru saya juga berlanjut pada sesepuh teater mondern Indonesia Studiklub Teater Bandung (STB) yaitu pak Suyatna Anirun, saat itu Pak Yatna sebagai redaktur Grup PR dan pegang Bandung Pos lalu ke PR pegang Lembaran Budaya Khasanah saya sambil kuliah intens membantu mengisi kontribusi tulisan dan foto. Nah kembali ke catatan kecil ini soal Yahukimo, kenapa bisa nyambung dengan Bupati Yahukimo? Diaatas ada nama Nunung Kusmiaty ia asli Sunda yang sudah puluhan tahun hijrah ke Papua. Nung, begitu kita panggil dia menjadi wartawan di Papua. Saya dan dia bersambut jumpa lagi di FB, pada akhir Mei 2020 dia bertanya apa bisa motret kawannya yang Bupati Yahukimo karena lagi di Jakarta –Nung tahu bahwa saya sudah lama di Jakarta selain suka memotret juga jurnalis– yang akan maju periode 2 jadi Bupati dan perlu potret diri untuk kampanye Pilkada yang diundur Desember 2020 tahun ini. Saya pun mengiyakan dan proses berlanjut. Saya riset sosok Abock sang Bupati Yahukimo.

Dalam catatan Wikipedia saya menemukan pendirian Yahukimo ditetapkan berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2002 dan diresmikan pada 11 Desember 2003. Kabupaten ini merupakan kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Jayawijaya yang berawal dari sebuah Distrik, yakni Distrik Kurima yang dimekarkan menjadi Distrik Ninia, Distrik Anggruk dan Distrik Apalahapsili, sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2000 tentang persyaratan pembentukan Kapubaten, minimal terdapat 3 distrik.

Nama Yahukimo berasal dari nama empat suku yang bermukim di sana, yaitu Yali, Hubla, Kimyal dan Momuna. Di kabupaten ini terdapat dua daerah yang cukup terkenal untuk penggemar trekking, yaitu Kurima dan Anggruk.

Kabupaten Yahukimo yang berasal dari 3 distrik induk ini dulu terkenal dengan suku terasing atau masyarakat primitif yang kehidupannya identik dengan perang suku dan kanibalisme, seperti yang dimuat dalam buku tulisan Don Richardson berjudul Anak Perdamaian. Suku-suku yang terdapat di Kabupaten Yahukimo adalah Suku Yali, Hupla, Kimyal, Momuna, Una-Ukam, Mek, Yalimek, Ngalik, Tokuni, Obini, Karowai, Duwe, Obukain, Kopkaka dan Bese.

Kabupaten Yahukimo adalah sebuah kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini secara resminya berada di Sumohai, tetapi karena keterbatasan fasilitas mengakibatkan pusat pemerintahan sementara masih berada di Dekai. Jumlah penduduk kabupaten ini berjumlah 427.2017 jiwa (sensus 2018)

Keadaan topografi Kabupaten Yahukimo sangat bervariasi mulai dari dataran rendah dengan lereng yang landai sampai dengan daerah berbukit dengan kemiringan yang terjal. Sedangkan ketinggiannya berada di antara 100 – 3.000 meter di atas permukaan laut.

Secara morfologi Kabupaten Yahukimo merupakan dataran rendah, dataran tinggi, daerah bergunung dan perbukitan. Luas daerah dengan kemiringan 0-1 persen adalah 1.621.900 meter persegi; tingkat kemiringan 15-40 persen adalah 96.875 meter persegi, sedangkan tingkat kemiringan di atas 40 persen adalah yang terbesar yaitu 3.572.825 meter persegi dari total luas Kabupaten Yahukimo.

Kembali ke pemotretan Bupati Abock Busup yang ternyata masih muda Bupati ini. Pada Rabu 3 Juni 2020 itu pagi-pagi saya dan tim sudah meluncur dari Kebagusan kearah Cikini Menteng. Suasana sepi karena PSBB. Bupati Abock Busup akhirnya bertemu dengan kami di Menteng Park Cikini Raya Jakarta Pusat. Ia terkena PSBB, sebelumnya sedang bertugas di Jakarta karena berlaku PSBB 3 bulan di Jakarta Bandara Sentani ditutup. Aktivitas pekerjaan di Yahukimo dia jalankan dari Jakarta secara online dan delegasi ke Wakil Bupati dan Sekda.

ABOCK BUSUP #MEDITAPHOTOGRAPHY
ABOCK BUSUP #MEDITAPHOTOGRAPHY
ABOCK BUSUP #MEDITAPHOTOGRAPHY
ABOCK BUSUP #MEDITAPHOTOGRAPHY

Saya dan tim melakukan pemotretan untuk sosok Abock Busup yang juga ketua DPW PAN Kabupaten Yahukimo secara khusus dan dengan sejumlah kostum dan property yang kami sediakan baik dia posisi kerja dengan alat peraga seperti laptop, tablet dll. Pemotretan dilakukan secara seius, maupun rileks. Bupati ini asyik gayanya, dengan begitu pemotretan berjalan mulus. Kurang dari 5 jam kami memotret. Dan hasilnya foto sebagian ditampilkan disini. Dan Bupati pun mengaku puas dan akan mengajak nanti akan ada pemotretan bersama padangan wakil Bupatinya.

ABOCK BUSUP #MEDITAPHOTOGRAPHY

Oh iya Abock Basup ini akan dua periode sebagai incumbent bersama pasangannya masih Wakil Bupati Yahukimo kini yaitu Yulianus Heluka dan mengaku optimis lanjutkan tugas periode dua karena pasti menang melawan kotak kosong dalam pemilihan kepala daerah Pilkada serentak 2020 ini. Yakin karena pasangan Abock BusupYulianus Heluka sudah bulat lebih 80% partai kursi di DPRD Yahukimo mendukungnya.

BUPATI YAHUKIMO ABOCK BUSUP dalam pengarahan #MEDITAPHOTOGRAPHY

Dan yang paling penting ia pun puas atas hasil fotonya dan kami memang secara khusus dan special dalam memotret tokoh dan juga para calon kepala daerah. Jadi yang minat silakan saja hub kami (r) MEDITA PHOTOGRAPHY – MEDITANEWS.COM -08999234234 -08128981227.

*** TIM -AM, SUK & RON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here