T A I P A N

0
242

Siang tadi (Selasa, 29/09/2020) adalah pertemuan ketiga saya, Hermawan Rianto (Mas Hengky) dan William Narmada (William Yang). Kita bertemu ditempat yang sama di kawasan Bintaro Tangsel. Mas Hengky-lah yang memperkenalkan saya pada William sang penulis buku yang kini sedang jadi pembicaraan menarik karena dengan karya dia yang sangat membuat penasaran.

Buku William Yang ini berjudul “Taipan: Lahirnya Para Konglomerat: sebuah kisah sejarah” (Buku 1) dan “Di Bawah Bayangan Papi (Buku 2) Buku William itu ada trilogi, dan satu buku lagi yang masih rahasia karena belum boleh di infokan.

Karena masih dalam proses penerbitan. Buku 1-2 sebenarnya sangat mudah didapat karena sudah diterbitkan oleh ElexMedia. Buku: “Taipan Lahirnya Para Konglomerat: Sebuah Kisah Sejarah”Berkisah mengenai para konglomerat Indonesia, sejak kelahiran, masa kecil, hingga keturunan mereka.

Dulu mereka miskin, berpendidikan rendah, hanya punya inisiatif sendiri, tanpa difasilitasi, namun mereka juga ditekan, dimusuhi, dimanfaatkan, dicurigai, dan terdiskriminasi dalam dunia yang tidak adil. Mereka bertahan, mereka berpikir, mereka berjuang, mereka beradaptasi dan mereka terus tumbuh.

Sampai akhirnya tekanan tidak menghancurkan mereka, malah menempa mereka menjadi sangat kuat dan mendominasi kekuatan ekonomi Indonesia. Sebuah kisah perjuangan para minoritas yang bangkit dari kemiskinan, berjuang melalui ketidakadilan, dan beradaptasi dengan kegilaan, menuju dominasi ekonomi yang tak tergoyahkan.

Sedang Buku 2 “Taipan – Di Bawah Bayangan Papi” sekuel dari Taipan – Lahirnya Para Konglomerat ini mengisahkan sejarah anak-anak konglomerat yang nantinya akan bangkit dan menjadi Taipan baru di Indonesia.

Taipan – Di Bawah Bayangan Papi juga berkisah setelah dikirim menempuh pendidikan di Amerika Serikat, bersamaan dengan lahirnya The Seven Sisters, tujuh perusahaan minyak yang akhirnya banyak berkiprah di dunia migas Indonesia, maka pulanglah Sang Pangeran dan mulai membangun imperium bisnis di negeri ini.

William Yang juga menutup buku ke 3 yang bikin seru dan yang ini menariklah akhirnya kami berjumpa bertiga, karena rencana buku 3 itu adlaah buku yang akan membuka tabir. Lalu akan FlashBack ke bagian 1 dan 2. Buku ke 3-lah yang dalam plan kami bertiga akan dibuat dalam film.

Mas Hengky yang mumpuni dalam dunia film telah membedah novel itu dalam interpretasi visual yang sudah dibayangkan bahwa film ini akan bagaimana dan seperti apa.

Sementara saya bertugas bikin proposal baik untuk pra produksi, sampai produksi dan elemen lainnya. Inilah hanya catatan kecil yang akan terus bergulir sampai film ini terwujud. Jadi catatan ini hanya kisah kecil dan pertemuan itu. (aen)

Foto-foto : Buku 1 & 2, Mas Hengky, Wililiam dan saya.

#29092020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here