Roedy Wiranatakusumah: Pencak Silat Itu Mulia Bukan Seperti yang Dituduhkan Menteri Bahlil

0
18

Roedy Wiranatakusumah tokoh persilatan yang  juga pendiri  PENCAK SILAT INSTITUTE INDONESIA (PSII) mengatakan  bahwa Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bikin kegaduhan yang tak elok terhadap dunia persilatan Indonesia.

“Apa maksudnya bawa-bawa Pencak Silat dikatakan tidak bisa lagi bermain-main dalam acara OSS,” ujar Roedy Wiranatakusumah yang juga praktisi Hukum Senior ini kepada redaksi (12/8/21) Kamis malam.

Pernyataan Roedy sebenarnya merespon apa yang disampaikan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia membeberkan bahwa dengan adanya OSS maka para pengusaha nakal, yang diistilahkan Bahlil tukang ‘pencak silat’ atau ‘kungfu’ tidak bisa lagi bermain-main.

“Jadi (OSS) ini memudahkan betul, tidak perlu lagi ketemu-ketemu pejabat terlalu banyak selama dia benar, jangan pengusaha pencak silat. Kalau pengusaha pencak silat, kungfunya banyak pasti harus ketemu karena harus luruskan kungfu-kungfunya itu,” kata Bahlil dalam webinar, Kamis (12/8/2021).

Bahlil memang mengatakan juga bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan sistem perizinan online terpadu atau Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko pada Senin (9/8). Salah satu tujuannya adalah meningkatkan transparansi perizinan.

OSS, kata Bahlil ada untuk membantu pengusaha-pengusaha dalam mengurus izin berusaha secara baik dengan memangkas birokrasi, biaya, waktu, dan menciptakan transparansi.

“Kalau pengusaha tukang kungfu nggak bisa barang ini. Nah kita kan tukang kungfu juga dulu, jadi kita tahu. Nah yang baik-baik aja ini barang,” sebutnya.

“Pengusaha yang pencak silatnya banyak wajib kita tahan supaya jangan membuat masalah di negara ini,” lanjut Bahlil.

Pernyataan itu membuat Roedy pendiri Pusat Kajian Kebudayaan Pencak Silat Indonesia (PKKPSI) atau lebih dikenal dengan Pencak Silat Institute Indonesia (PSII) ini berang dan merasa aneh terhadap menteri Bahlil.  

“Pak Menteri harus minta maaf  dan mencabut kata-kata yang diungkap dalam webinar soal OSS yang membawa-bawa pencak silat dan kungfu. Saya juga minta Presiden Jokowi harus menegur Menteri Bahlil,” papar Roedy Wiranatakusumah ini dikenal sebagai pesilat dan juga pernah membawa Pencak Silat sehingga diakui UNESCO 

Roedy menambahkan bahwa Pencak Silat itu mulia, jika dituduh demikian saya tak terima. Dan harusnya sekelas menteri menempatkan diksi-diksi yang cerdas jangan bawa-bawa satu identitas tertentu. “Mungkin bisa jadi para pendekar-pendekar juga pasti tak akan terima pencak silat diacak-acak seperti ini,” bebernya. 

Pencak Silat di PSII juga memberikan sarana edukasi dan pembinaan,pendidikan, pengelolaan berbasis pencak silat, selain Konservasi pengelolaan kajian komunikasi silat.

“Kami bahkan dituntut harus lebih kreatif dan harus melakukan strategi yang tepat dan  tersasar, secara khusus untuk kembali  menguatkan   pencak silat Indonesia  pada dunia yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda/ Intangible Cultural World Heritage oleh UNESCO,” tegas tokoh Sunda keturunan Wiranatakusuma ini.

Menurut Roedy bahwa di lembaganya selalu melihat secara arif dan tidak lepas dari strategi sejarah bangsa. Dengan dibangun komunikasi budaya besar yang dikemas dalam ruang   pembinaan dan pengayoman untuk masa depan bangsa. 

“Makanya Visi Misinya jelas,  menjadi institut bela diri, seni, dan tradisi Pencak Silat Tradisional Indonesia berbasis riset yang unggul dan mampu menjadi jembatan silat tradisional ke era modern. Membentuk pesilat yang ber-literasi, memiliki kepribadian yang bijak, cerdas, kreatif, kritis, mampu bekerjasama, mampu bertanggung jawab sebagai pilar masyarakat,” jelas Roedy.

Masih menurut Roedy bahwa di Silat Institut kami melakukan penelitian, pengembangan dan penyebarluasan pengetahuan, serta melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat guna meningkatkan taraf kehidupan guru Pencak Silat, aliran, dan stakeholders terkait.

“Dan kami menciptakan lulusan yang mempunyai kompetensi tinggi pada aliran masing-masing khususnya ilmu beladiri dan literasi Pencak Silat yang mampu bersaing di peringkat Nasional dan Internasional,” pungkas Roedy. (RED)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here